Sebut Stok BBM di Babel Aman, Pertamina Himbau Masyarakat Laporkan Dugaan Penimbunan

banner 120x600
banner 468x60

PAPINKAPOST
‎PANGKALPINANG – Pertamina (Persero) melalui Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Area Bangka Belitung, Satriyo Wibowo Wicaksono mengatakan jika stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di Provinsi Bangka Belitung tidak ada masalah, hingga tujuh hari kedepan.

‎Dirinya menjelaskan, habisnya pasokan Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebabkan penyalahgunaan barcode dan pengisian berulang, oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

‎”Kita sudah mapping disejumlah tempat (SPBU-red), hampir seluruh pasokan Pertalite habis karena ada pihak yang tidak bertanggungjawab, yang menukar plat nopolnya dengan barcode yang sama. Dan ada juga pemicu lain seperti pengisian secara berulang oleh pengerit,” ujar Satriyo, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Ketua DPRD Provinsi Babel, Selasa (14/7/2026).

‎Maka dari itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, supaya tidak menimbulkan masalah baru. Sekaligus meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke Pertamina, apabila menemukan dugaan penimbunan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

‎”Kita berharap masyarakat serta rekan media ikut serta membantu mengawasi dan melaporkan jika ada dugaan penimbunan, atau dugaan lain yang menyebabkan tingginya konsumsi BBM. Karena belum tentu pengerit yang berulang kali ke SPBU itu menjual semua hasilnya ke Pertamini,” jelas dia.

‎Hingga saat ini, solusi yang disiapkan oleh Pertamina berupa berkolaborasi dengan pihak kepolisian, guna mencegah pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi.

‎”Kita sudah koordinasi dengan Kapolda untuk bantu dalam rangka pengamanan dilapangan, supaya tidak ada oknum atau pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan situasi. Dan saat ini kita sudah memblokir hampir 500 kendaraan,” pungkasnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya, mengaku menerima banyak keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

‎Didit mengatakan dirinya telah meninjau langsung kondisi di sejumlah SPBU dan mendapati warga harus mengantre hingga dua jam hanya untuk memperoleh Pertalite.

‎”Saya berdialog langsung dengan masyarakat. Ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengantre sampai dua jam hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan ada laporan harga BBM eceran sudah mencapai Rp20 ribu per liter,” kata Didit.

‎Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang kesulitan beraktivitas karena tidak memperoleh BBM.

‎”Ada warga yang mengaku tidak bisa bekerja, anak terlambat bahkan tidak bisa berangkat sekolah karena motor kehabisan BBM. Dampaknya sudah sangat luas,” ujarnya.

‎Didit meminta Pertamina segera melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat dan mengambil langkah cepat agar antrean di SPBU segera terurai.

‎Ia mengaku belum dapat menyimpulkan penyebab utama terjadinya antrean panjang karena masih menunggu penjelasan lengkap dari jajaran manajemen Pertamina. Namun, DPRD memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga distribusi BBM kembali normal.

‎”Kami minta masalah ini segera diselesaikan. Yang terpenting sekarang adalah menormalkan kembali distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan,” tegas Didit. (red)

banner 325x300 banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *