PANGKALPINANG – Dengan tegasnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku penyelundup timah. Siapa pun pelakunya dan siapa pun bekingnya wajib ditindak tegas.
Namun penegasan Presiden Prabowo Subianto itu tidak berlaku untuk sesosok bos timah ilegal ternama bernama Akbar Kuday.
Sebab, hingga kini tak satu pun dari institusi penegak hukum yang berani menyentuh bisnis gelap timah ilegal Akbar Kuday. Terlebih lagi, Akbar Kuday disebut merupakan otak dari pelaku kejahatan penyelundupan timah ke Malaysia.
“48 kali nyelundup, baru 3 kali ketangkap, pengakuan e dari ZA anak buah Akbar Kuday,” ujar sumber tertutup yang dapat dipertanggungjawabkan, Sabtu (25/7/2026).
“45 kali lolos walau tdk ada rekaman, tapi ini nyata,” ucapnya.
Diungkapkannya bahwa dalam memuluskan aksi penyelundupan timah dari Pulau Bangka ke Malaysia, bos timah ilegal Akbar Kuday tidak sendirian melainkan bersama dengan sejumlah jaringannya.
“Disitu ada BR ada D”, ungkapnya.
*Dirjend Gakkum ESDM Bungkam*
Kasus penyeludupan timah sebanyak 25 ton tangkapan TNI AL di Tuing Bangka pada Februari 2025 lalu menyeret nama bos timah ilegal ternama Akbar Kuday.
Kasus penyeludupan timah tangkapan TNI AL diserahkan ke Gakkum ESDM. Namun sayangnya, hingga saat ini kasus penyeludupan itu tak jelas juntrungannya. Padahal terang benderang bahwa ada pengakuan kalau 25 ton timah selundupan tangkapan TNI AL adalah milik bos timah ilegal ternama bernama Akbar Kuday.
Ironisnya, Dirjend Gakkum ESDM Rilke Jeffry Huwea dikonfirmasi baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp enggan menjawab alias bungkam.
Hingga berita ini ditayangkan, Akbar Kuday dan pihak terkait lainnya dalam upaya konfirmasi. (red)
















