PAPINKAPOST – Kuasa Hukum 3 tersangka pemukulan oknum wartawan, Poltakparngiton Silitonga, keberatan dengan berita yang disiarkan TV One, karena dianggap sepihak, Kamis (12/3).
Poltak menjelaskan, video visual yang ditayangkan TV One pada, Rabu (11/3) kemarin, bukan peristiwa pemukulan terhadap tiga wartawan. Melainkan video keributan antara warga sekitar dengan oknum Satlak (Satuan Pelaksana) Tricakti, yang menghadang truk petani tailing (mineral ikutan) di depan PT PMM.
”Kedua kejadian tersebut berada dihari yang sama (pagi dan siang-red). Video yang ditayangkan oleh TV One adalah pagi hari atau insiden keributan antara warga dengan Oknum Satlak Tricakti, bkan terhadap wartawan,” jelas Poltakparngiton, dalam video klarifikasinya berdurasi tujuh menit.
Kronologinya, lanjut Poltak, sopir yang melintas dan security PT PMM didokumentasikan oleh oknum wartawan tanpa izin. Sehingga, tersangka yang ketakutan merasa terusik dan meminta kepada para korban untuk menghapus foto dirinya, tetapi tidak dihiraukan.
”Sopir truk merasa ketakutan karena mengganggu privasinya. Dan sopir truk itu juga mengenal salah seorang jurnalis disana dan ternyata, dia sering datang ke petani-petani tailing dengan mengintimidasi, bahkan mengaku sebagai anggota Polres,” jelasnya lagi.
Tak hanya itu, soal isu penyekapan dan ancaman pembunuhan yang beredar, Poltakparngiton dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Justru, karyawan yang bekerja didalam perusahaan mengamankan ketiga wartawan, supaya tidak terjadi hal yang lebih jauh.
”Mendengar keributan tersebut, petugas perusahaan keluar lalu mengamankan ketiga jurnalis supaya tidak diamuk massa, hingga polisi datang. Akhirnya, beredarlah informasi bahwa mereka disekap,” tegasnya.
”Jadi terkait isu penyekapan, sekali lagi saya tegaskan jika itu adalah berita bohong,” pungkasnya. (tim)
















