PAPINKAPOST.ID – Rencana kegiatan penambangan ilegal di kawasan non IUP di lepas pantai Tanjung Bunga, ditenggarai sejumlah nama pejabat. Mulai dari Danrem, Kapolda, Danpolairud, hingga Walikota disebut-sebut sudah dikoordinasikan dan memberi lampu hijau.
Tak hanya itu, bahkan nama Ketua PWI Babel, M. Fathurakhman diisukan sudah mencapai deal dan bersepakat terkait kompensasi.
Merespon hal tersebut, Ketua PWI yang akrab disapa Boy ini tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah bersepakat tentang apapun terkait isu rencana kegiatan tambang ilegal. Menurut Boy, dirinya memastikan tidak berapa pada posisi mendukung segala bentuk aktivitas tambang ilegal apalagi bersepakat terkait kompensasi.
“Ini fitnah apalagi, saya tidak bertemu siapapun apalagi bersepakat soal kompensasi. Saya tegaskan di sini bahwa perintah organisasi jelas tegak lurus dan independent. Jadi tidak ada kebersihan, apalagi soal tambang ilegal. Jadi saya perintahkan agar wartawan anggota PWI jangan ada urusan terkait tambang ilegal di Tanjung Bunga atau Sanfur. Posisi wartawan, posisi PWI jelas menjadi wartawan yang tidak berpihak,” tegas Boy dalam pernyataan resminya Rabu (2/4/26) siang.
Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dikumpulkan, sekelompok oknum dari salah satu OKP diisukan berusaha membangun koordinasi dengan berbagai pihak, dalam rangka memuluskan rencN kegiatan penambangan ilegal di Tanjung Bunga.
Dalam perkembangannya, para oknum OKP ini mengaku telah merangkul puluhan wartawan dan media agar tak menulis berita. Tak hanya itu, belakangan sejumlah nama pejabat Forkopimda pun ikut-ikut terseret dengan status sebagai pihak yang mendukung aktivitas ilegal tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pihak dari Forkopimda masih dalam upaya konfirmasi. (red)
















