PAPINKAPOST
PANGKALPINANG – Himpunan Mahasiswa Pertambangan (HIMATA) Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi membuka kegiatan Depati Amir Mining Competition (DAMC) V Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, Senin (22/6/2026).
Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengasah kemampuan akademik, teknis, serta memperluas jaringan di dunia pertambangan.
Sebanyak enam universitas ambil bagian dalam DAMC V Tahun 2026. Mereka adalah Institut Teknologi Sumatera melalui Tim Balakosa II, Universitas Islam Bandung dengan Tim Rock Ranger, Universitas Syiah Kuala melalui Tim Rimueng Nanggore, Universitas Trisakti dengan Tim Trisakti Nucleus Team, Universitas Jambi melalui Tim Pionero, serta Universitas Bangka Belitung sebagai tuan rumah dengan Tim Satam ID.
Dalam kompetisi ini, para peserta akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan yang dirancang untuk menguji kemampuan dan keterampilan di bidang pertambangan. Adapun cabang yang dipertandingkan meliputi Written Test, Mine Surveying, Mine Plan, Bench Blasting, Bangka Drill, Grain Counting Analysis, Tie In Underground, Joint Measuring, dan Sluice Box.
Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Seminar Nasional yang mengangkat tema “Masa Depan Industri Pertambangan Indonesia: Peluang, Tantangan, dan Potensi Logam Tanah Jarang.”
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi di sektor pertambangan, yakni Roni Malino Batti selaku Vice President Research & Development PT Timah Tbk dan Prof. Mohamad Nur Heriawan selaku Ketua Working Group Eksplorasi Mineral dan Batubara PERHAPI.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber membahas perkembangan industri pertambangan nasional, tantangan yang dihadapi sektor pertambangan di tengah transisi energi global, serta peluang pengembangan logam tanah jarang yang dinilai memiliki nilai strategis tinggi dalam mendukung perkembangan teknologi masa depan.
Ketua HIMATA UBB, Hafizh Afifullah, mengatakan DAMC V Tahun 2026 merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan sekaligus menunjukkan eksistensi mahasiswa pertambangan UBB di tingkat nasional.
“Kegiatan ini merupakan karya dari Himpunan Mahasiswa Pertambangan Universitas Bangka Belitung yang berskala nasional. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa pertambangan Universitas Bangka Belitung tidak hanya aktif di lingkungan kampus saja, tetapi juga mampu menunjukkan eksistensi dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Hafizh, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi yang mempererat hubungan antara organisasi kemahasiswaan, akademisi, praktisi industri, dan pemerintah dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan Indonesia.
Melalui penyelenggaraan DAMC V Tahun 2026, HIMATA UBB berkomitmen menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi, memperluas relasi, serta berkontribusi dalam mewujudkan industri pertambangan Indonesia yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)
















