PAPINKAPOST
PANGKALPINANG – Keberadaan Satlap Tricakti di Provinsi Bangka Belitung nampaknya sudah membuat masyarakat terutama para penambang muak, Selasa (4/8).
Hingga saat ini, tercatat beberapa tindakan arogan personil Satlap Tricakti. Mulai dari tambang rakyat yang ditangkap, lalu Timah hasil tambang tersebut diambil tanpa tahu akan dimanfaatkan untuk apa.
Hal tersebut terungkap, ketika Aliansi masyarakat terzolimi (Almaster) Bangka Belitung menggelar aksi demo di halaman DPRD Babel, Selasa (4/8/2026).
Selain menyoroti soal timah, pendemo juga menyuarakan hak kebun plasma masyarakat delapan desa dan terkait kawasan hutan dan hak masyarakat.
”Pertama yang kami ingin sampaikan apa dasar hukum Satgas Tricakti hadir di bumi Bangka Belitung. Kedua siapa yang menugaskan Satgas Tricakti. Ketiga apa saja hak dan kewajiban yang boleh dilakukan Satgas Tricakti, kewenangan seperti apa karena kami ingin tahu,” kata Korlap demo.
Dikatakan Korlap, hari ini Satgas Tricakti telah melebihi kewenangannya di Bangka Belitung.
”Yang kami tahu, penangkapan, penggeledahan dan pemeriksaan hanya boleh dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan tapi kenapa Satgas Tricakti mengambil alih tugas dari kedua institusi tersebut,” tegasnya.
Lebih jauh Korlap menyampaikan, jika Satgas Tricakti tak mampu menjelaskan apa tugasnya silahkan angkat kaki.
”Jika Satgas Tricakti tak mampu menjelaskan kepada masyarakat Bangka Bellitung silahkan mengemas pakaian kalian dan angkat kaki dari sini,” tegas Korlap disambut tepung tangan riuh dari pendemo.
Masyarakat menegaskan bahwa seluruh tuntutan ini disampaikan secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab sebagai bentuk pelaksaan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah daerah khususnya pemerintah provinsi Bangka Belitung, DPRD Provinsi, seluruh pemerintah Kabupaten/kota, serta pemerintah pusat untuk segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat demi terwujudnya kepastian hukum, keadilan ekonomi, perlindungan hak-hak masyarakat, serta kesejahteraan rakyat Bangka Belitung. Aspirasi tersebut disambut baik oleh ketua DPDR Provinsi Bangka Belitung Didit Sri Gusjaya.
”Jadi pertemuan dengan Almaster ini, Alhamdulillah ada beberapa poin, bahwa keputusan nanti mereka ingin mengkroscek langsung timah-timah yang diamankan oleh SAGAS semenjak bulan September 2019 sampai bulan ini. Kalau nggak salah total untuk pasir yang diamankan sebesar 321 ton, kurang lebih 321 ton pasir, sedangkan untuk baloknya ada sekitar 140 ton. Posisinya itu berada diamankan di gudang Bursa Timah dan Alhamdulillah pihak SAGAS Trisakti akan prosesi dengan PT Timah dan pihak Kejati supaya mereka bisa mengecek langsung ada nggak barangnya.” Ujar Didit
Tuntutan masyarakat ini bertujuan untuk kepedulain terhadap kondisi daerah yang dinilai semakin memprihatinkan. Berbagai persoalan yang terjadi di sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, kawasan hutan, hingga penegakan hukum.
Dinilai Arogan, Almaster Minta Satlap Tricakti Minggat dari Babel

Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

PAPINKAPOST BANGKA — Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Bakam Bercerita 2026 menunjukkan kepeduliannya terhadap…

PAPINKAPOST TANJUNGPANDAN – Polisi dari Satreskrim Polres Belitung dibuat tak berkutik setelah berhasil menggerebek sebuah…

PAPINKAPOST TANJUNGPANDAN – Puluhan ton pasir timah diduga ilegal diketahui gagal diamankan Polres Belitung. Puluhan…

PAPINKAPOST PANGKALPINANG – Satuan Pelaksana (Satlap) Tri Cakti membantah pemberitaan yang menuding timnya menerima uang…

PAPINKAPOST PANGKALPINANG – Penanganan kasus dugaan pemalsuan ijazah yang menjerat Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka…










